TUGAS 3.1.a.6. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
TUGAS 3.1.a.6. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
Sriani Wijaya, S.Pd
TK Dharma Wanita Persatuan 3
CGP Angkatan 9 Kab. Pasuruan
Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1, selanjutnya saya sebut DK modul 3.1, memiliki tujuan pembelajaran khusus yaitu Calon Guru Penggerak, selanjutnya saya sebut CGP, dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan penerapan keputusan di sekolah sal masing-masing dan di sekolah/ lingkungan lain. Caranya adalah dengan melakukan kegiatan wawancara dengan pimpinan atau kepala sekolah sebanyak 2 - 3 pimpinan (kepala sekolah).
Tugas DK modul 3.1, kali ini saya mewawancarai 3 pimpinan atau kepala sekolah yaitu Aisyah, S.Pd dari TK Dharma Wanita Persaruan 3 Kec. Rembang merupakan kepala sekolah di unit kerja saya, Humaida, S.Pd dari PGRI 2 Kec. Rembang, dan Maslukhah, S.Pd dari TK sirojuddin 2 Kec. Rembang Saya melakukan kegiatan wawancara dari tanggal 8 dan 9 Februari 2024 secara bergantian.
Berikut hasil wawancara pertama saya dengan Aisyah, S.Pd, Kepala TK Dharma Wanita Persatuan 3 , dengan menggunakan panduan pertanyaan wawancara, tanggal 8 Februari 2024, tempat wawancara di kantor Kepala Sekolah . Beliau sudah hampir 25 tahun menjabat sebagai kepala sekolah dan bertugas di TK Dharma Wanita Persatuan 3 kec Rembang.
WAWANCARA 1
Nara Sumber : Aisyah, S.Pd
Kepala Sekolah : TK. Dharma Wanita Persatuan 3 kec Rembang
kasus yang pernah dihadapi oleh ibu Aisyah berkaitan dengan kedisiplinan siswa yang masih sulit diterapkan di sekolah karena budaya lingkungan orang tua ada yang tidak mendukung. Ada anak yang Ayah dan ibunya keduanya bekerja di pabrik, dan hanya diasuh oleh neneknya, membuat kurangnya pengawasan orang tua yang membuat anak sulit untuk disiplin. anak sering datang terlambat, bahkan sering tidak masuk kelas, dan berprilaku tidak sesuai dengan aturan sekolah, satu sisi ingin menegakkan keadilan, namun sisi lain adanya rasa kasian karena kurangnya kasih sayang dari orang tua.
1. selama ini, bagaimana anda dapat mengidentifikasi kasus kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral ?
* berdasarkan kasus tersebut, terjadi dilema etika yang ditandai dengan adanya pilihaan yang sama sama benar. tidak ada bujukan moral dalam kasus ini karena tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi. sehingga untuk mengidentifikasi antara dilema etika dan bujukan moral perlu dilihat dari tipe kasus dan pilihan yang muncul.
2. Selama ini bagaimana anda menjakankan pengambilan keputusan di sekolah anda, terutama untuk kasus kasus dimana ada dua kepentingan yang sama sama benar atau sama sama mengandung nilai kebajikan ?
* selama ini dalam pengakbilan keputusan, harus dimusyawarahkan dulu dengan para guru , agar mendapatkan pertimbangan dalam memutuskan suatu permasalahan.
3. Langkah langkah atau prosedur seperti apa yang biasa anda lakukan selama ini ?
* Langkah langkah atau prosedur yang biasa dilakukan adalah melakukan musyawarah dengan para wakasek selanjutnya dirapatkan dengan dewan guru.
4. Hal hal apa saya yang selama ini anda anggap efektif dalam pengambila keputusan pada kasus - kasus dilema etika ?
* hal yang dianggap efektif dalam pengambilan keputusan adalah adanya komunikasi dengan guru guru di sekolah.
5. hal hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus kasus dilema etika ?
* tantangan dalam pengambilan keputusan adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan dari diru siswa dan orang tua siswa.
6. apakah anda memiliki jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah anda langsung menyelesaikan di tempat atau meiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau ptosedur seperti apa yang akan anda jalankan?
* tidak ada jadwal khusus dalam penyelesaian kasus dilema etika , karena langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
7. Adakah seseorang atau faktor faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus kasus dilema etika ?
* para guru guru yang selama ini membantu dalam pengambilan keputusan dilema etika.
8. dari semua hal yang telah disampaikan , pembelajaran apa yang dapat anda petik dari pengalaman anda mengambil keputusan dilema etika?
* pembelajaran yang dapat dipetik adalah perlu memperhatikan budaya di lingkungan sekolah untuk mengambil keputusan.
WAWANCARA 2
Nara sumber : Siti Humaida, S.Pd
Kepala Sekolah : TK PGRI 2 Kec Rembang
1. selama ini bagaimana ibu dapat mengidentifikasi kasus kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
*untuk mengidentifikasinya mudah saja bu, jadi sesuatu itu dikatakan bujukan moral dan yang satu benar dan yang satu salah menurut hukum. nah jika kedua keduanya benar, maka itu dikatakan dilema etika.
2. selama ini bagaimana ibu menjalankan oengambilan keputusan ibu, terutama untuk jasus kasus dimana ada dua kepentingaan yang sama sama benar atau sama sama mengandung nilai kebajikan?
* sebelum mengambil keputusan tentunya saya mengidentifikasi maasalah yang terjadi terlebih dahulu, kemudian siapa saja pihak yaang terlibat lalu mengumpulkaan fakta yang ada dan seterusnya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat bagi pihak pihak yang bermasalah dallam pengambilan keputusan ini tentu saja mengutamakan prinsip kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat.
3. langkah langkah atau prosedur seperti apa yang ibu biasa lakukan?
*lanngkah pertama yang saya ambil dengan memanggil 2 belah pihak yang bermasalah untuk dimintai keterangan suoaya saya mengetahui dimana letak oermasalahan tersebut terjadi dan apa pemicunya serta menemukan bagaimana solusi terbaik yanng akan diambil atau diputuskan dengan tidak merugikan kedua belah pihak.
4. hal hal apa saja yanng selama ini ibu anggaoo efektif dalam penfambilan keputusan pada kasus kasus dilema etika?
* melakukan dialog dengan pihak yang bermasalah dengan prinsip kekeluargaan agar dapat memunculkan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak dengan cara memberikan bimbingan secara komprehensif yang tidak menimbulkan perselisihan lagi daru kedua belah pihak.
5. hal hal apa saja tang selama ini meruoakan tantangan dalam mengambil keputusan pada kasus kasus dilema etika?
* selama saya menjadi Kepala sekolah, tantangan yang saya hadapi dallam mengambil keputusan adalah bagaimana cara mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak dwngan resiko seminimal mungkin , tentu saja hal itu membutuhkan dukungan yang positif dari semua warga sekolah.
6. . apakah anda memiliki jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah anda langsung menyelesaikan di tempat atau meiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau ptosedur seperti apa yang akan anda jalankan?
*sebagai kepala sekolaah, langkah yang tepat yaitu menyelesaikan masalah secara langsung dan diselesaiikan di sekolah oada hari itu juga, agar tidak berkeoanjangan, serta tidak menimbulkan perselisihan yang baru dengan melibatkan beberapa pihak terutama dewan guru, untuk memberikan pertimbangan dan masukkan yang baik, serta pengawasan sekolah dan komite sekolah tergantung pada karajter permasalahan yang terjadi.
7. dari semua hal yang telah disampaikan , pembelajaran apa yang dapat anda petik dari pengalaman anda mengambil keputusan dilema etika?
*sebagai pemimpin di sekolah dalam mengammbil keputusan apapun harus berdasarkan kesepakatan bersama yang dihasilkan dari musyawarah untuk mufakat, serta membiasakan diri untuk bertanggung jawab atas setiap keputusan yang telah ditentukan, karena bekerja sebagai tim lebih ringan dalam menyelesaikan masalah daripada bekerja sendiri2. selain itu komunikasi yang baik pada setiap elemen warga sekolah juga sangat menentukan cepat lambatnya penyelesaian masalah yang ada.
WAWANCARA 3
Nara sumber : Maslukha S.Pd
Kepala sekolah : TK Sirojuddin 2 kec Rembang
- Beliau mengidentifikasi kasus yang merupakan dilema etika dan bujukan moral dengan mencari tahu akar permasalahan dari kasus yang terjadi dan mengidentifikasi berdasarkan fakta.
- Untuk kasus yang mengandung kepentingan yang sama – sama benar, beliau mengidentifikasi nilai kebajikan yang diyakini, memadukan pendapat dari rekan guru, orang tua dan pihak yang terlibat, kemudian mengambil keputusan berdasarkan dampak positif atau hasil akhir.
- Langkah - langkah yang ibu Maslukha lakukan adalah dengan menggunakan suara hati dan nalar yang sejalan untuk memilih kebenaran yang paling kecil namun bermanfaat besar. mempertimbangkan kepentingan peserta didik, mengutamakan komunikasi, berpikir berbasis hasil akhir, peraturan dan rasa peduli, dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat.
- Hal yang efektif adalah kolaborasi dengan rekan – rekan guru, dan mengutamakan kepentingan banyak orang tanpa mengabaikan murid. Selanjutnya menurut ibu Maslukha ada tantangan dari pro kontra berbagai pihak yang terlibat, namun beliau berusaha memadukan perbedaan persepsi dengan baik.
- Dalam menyelesaikan sebuah kasus, Ibu Maslukha tidak memiliki jadwal rutin, beliau menyelesaikan berdasarkan skala prioritas, tergantung dari jenis kasus.
- Faktor yang selama ini mempermudah Ibu Maslukha dalam pengambilan keputusan adalah hikmat dari Tuhan yang selalu jadi yang utama.
- Pembelajaran yang ibu Maslukha peroleh adalah setiap keputusan butuh pertimbangan dan masukkan positif dari berbagai pihak, serta perlu dianalisis sesuai sebab dan akibat.
- Harapan kedepan, beliau ingin lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan membuat keputusan dan melaksanakannya secara bertanggung jawab.
- Sesuai hasil wawancara dengan ketiga pimpinan, saya menemukan hal menarik yaitu dasar pengambilan keputusan yang mengutamakan nilai kebajikan dan bersumber dari hati nurani yang sejalan dengan analisis fakta.
- Ketiga pimpinan menurut saya sudah menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, walaupun tidak semua langkah pengambilan keputusan dilakukan secara runut seperti halnya uji benar salah dan opsi trilema, tidak muncul dalam pembahasan namun direalisasikan dalam tindakan mereka membuat keputusan.
- Hal menonjol adalah kedua pimpinan memiliki kesamaan dengan sedikit perbedaan. Kesamaan mereka adalah mengutamakan nilai kebajikan. .
- Rencana kedepan, mereka akan melakukan pengambilan keputusan kasus dilema etika berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah. Untuk mengukur efektifitas pengambilan keputusan yaitu dengan melakukan uji benar salah, melakukan pengawasan dan evaluasi secara kontinu untuk melihat hasilnya.
- Saya juga akan menerapkan konsep pengambilan keputusan sesuai materi modul 3.1 dengan berpihak pada murid, berdasar nilai kebajikan dan secara bertanggung jawab, tentunya dengan komitmen untuk mulai dilaksanakan sejak hari ini. Semoga saya dimampukan.
Komentar
Posting Komentar